Ahliqq, istilah yang berasal dari gabungan kata Arab “ahla” (berarti indah atau baik) dan “iqq” (berarti pola pikir atau sikap), mengacu pada pola pikir positif yang bercirikan optimisme, ketahanan, dan mentalitas yang berorientasi pada pertumbuhan. Menumbuhkan pola pikir positif sangat penting untuk pertumbuhan pribadi, kesejahteraan, dan kesuksesan dalam semua aspek kehidupan. Dengan melepaskan kekuatan ahliqq, individu dapat mengatasi tantangan, mencapai tujuan mereka, dan menjalani kehidupan yang memuaskan dan bermakna.
Salah satu komponen kunci dalam menumbuhkan pola pikir positif adalah melatih rasa syukur. Syukur adalah praktik mengakui dan menghargai hal-hal baik dalam hidup seseorang, tidak peduli seberapa besar atau kecilnya. Dengan berfokus pada aspek-aspek positif kehidupan, individu dapat mengubah perspektif mereka dari kelangkaan dan negativitas menjadi perspektif kelimpahan dan positif. Penelitian telah menunjukkan bahwa mempraktikkan rasa syukur dapat meningkatkan kebahagiaan, meningkatkan kesehatan mental, dan hubungan yang lebih baik dengan orang lain.
Aspek penting lainnya dalam menumbuhkan pola pikir positif adalah membingkai ulang pikiran negatif. Wajar bagi seseorang untuk mengalami pikiran negatif dari waktu ke waktu, namun penting untuk menantang dan mengubah pemikiran ini dalam sudut pandang yang lebih positif. Misalnya, alih-alih berpikir, “Saya tidak bisa melakukan ini,” individu dapat mengubah pemikirannya menjadi “Saya bisa belajar melakukan ini dengan latihan dan ketekunan.” Dengan membingkai ulang pemikiran negatif, individu dapat mengembangkan pola pikir yang lebih tangguh dan optimis yang dapat membantu mereka mengatasi tantangan dan kemunduran.
Selain melatih rasa syukur dan membingkai ulang pikiran negatif, menumbuhkan pola pikir positif juga melibatkan melatih rasa welas asih dan perawatan diri. Self-compassion adalah praktik bersikap baik dan pengertian terhadap diri sendiri, terutama pada saat mengalami kegagalan atau kesulitan. Dengan memperlakukan diri sendiri dengan kasih sayang dan kebaikan, individu dapat membangun ketahanan dan harga diri, yang penting untuk mempertahankan pola pikir positif. Perawatan diri, di sisi lain, melibatkan menjaga kesejahteraan fisik, emosional, dan mental melalui aktivitas seperti olahraga, meditasi, dan menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai. Dengan mengutamakan perawatan diri, individu dapat mengisi kembali energinya dan mempertahankan pola pikir positif dalam menghadapi stres dan tantangan.
Kesimpulannya, menumbuhkan pola pikir positif sangat penting untuk pertumbuhan pribadi, kesejahteraan, dan kesuksesan. Dengan melepaskan kekuatan ahliqq melalui praktik seperti rasa syukur, membingkai ulang pikiran negatif, belas kasihan pada diri sendiri, dan perawatan diri, individu dapat mengembangkan pola pikir yang bercirikan optimisme, ketahanan, dan pertumbuhan. Dengan pola pikir positif, individu dapat mengatasi tantangan, mencapai tujuan, dan menjalani kehidupan yang memuaskan dan bermakna.
